Bukan tanpa alasan kuat, secara psikologis dia merasa dirinya telah hancur. Hal itu terjadi semenjak diketahui bahwa dirinya telah hamil di luar nikah. Dan yang lebih membuatnya merasa terpuruk lagi, sang pria yang telah menghamilinya pergi entah kemana. Akhirnya dia putuskan untuk aborsi dan berhasil. Tetapi orang-orang kampung sudah terlanjur mengetahui, bahkan sang ibu sering kali mendapat cemooh dan hinaan dari para tetangga.
Merasa sebagai sampah masyarakat, mawar berniat bunuh diri. Karna tidak mau menambah malu dan beban orang tuanya. Tetapi niatnya tersebut urung dilaksanakan, setelah mawar bertemu dengan seorang pengamal.
Pertemuan mawar dengan pengamal terjadi secara tidak sengaja, yakni salah sambung telepon. Dan berlanjut hingga mengurungkan niat bunuh diri mawar. Mawar disarankan untuk mengamalkan kalimah nida "yaa sayyidii yaa rasuulallaah" selama 40 hari dan mawar pun berkenan mengamalkannya.
Di 3 hari pengamalan mawar mendengar suara tangis bayi perempuan dan dia pun bertanya kepada pngamal tersebut. Singkat pengamal tersebut menjawab, "itu suara tangis bayi kamu" mawar pun menangis. Dia ingin sekali bertemu dan minta maaf kepada anaknya itu. Disarankanlah untuk meneruskan pengamalannya dengan lebih sungguh-sungguh. Dan di hari ke 7, mawar melihat samar-samar sosok bayi, tetapi bayi tersebut berlumuran darah. Bayi tersebut bertanya kepada mawar, yang membuat mawar menangis terseduh-seduh. Bayi tersebut bekata "ibu, kenapa aku tidak kau perkenankan hidup?". Mawar dengan berat berata "anakku, maafkan ibu."
Mawar menceritakan semuanya, dan mawar disarankan untuk terus melanjutkan pengamalan 40annya. Mawar sangat ingin mendapat maaf dari sang anak, dan di hari ke 10 mawar mulai melihat sosok anaknya. Perempuan, dan sang anak tersenyum kepada mawar. Mawar pun bahagia. Dan semakin giatlah mawar melanjutkan pengamalannya dan di hari-hari terakhir, mawar ingin sekali memeluk anaknya. Pengamal yang selama ini mendampingi mawar, meyakinkan mawar, bahwa kelak mawar akan menikah dan mempunyai anak. Anak yang akan lahir, itulah anak yang sama ketika mawar mebgaborsinya.
Subhanallaah, beberapa bulan kemudian, berita mawar akan menikah disampaikan langsung kepada si pengamal, alhamdulillah. Dan kini mawar hidup bahagia dngan keluarga kecilnya. (Real history from my brother in Jakarta)
Semoga bermanfaat dan dapat mengambil hikmah dan himmah di balik cerita pengalaman ini, selamat berjuang dan selamat beristirahat.
di ambil dari kisah satu pengamal sholawat wahidiyah